Perjalanan kami di Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI) Online Learning Binus University bukanlah sekadar mengejar gelar di belakang nama. Kami dipersatukan oleh mimpi yang sama meski berangkat dari titik yang berbeda: Tangerang Selatan domisili Mahdy, Bandung kota domisili Ridwan, Makassar domisili Halimahtul, hingga Semarang tempat domisili Lauditha. Kami semua bertekad menuntaskan amanah dan tanggung jawab, walau harus tertatih di tengah kesibukan masing-masing.
Bagi kami, gelar magister ini adalah hasil dari perjuangan melawan rasa lelah yang luar biasa di setiap 12 sesi pertemuan yang ada di LMS. Setiap malam, saat kebanyakan orang beristirahat, kami harus bersiap di depan layar untuk kelas Zoom yang diakses langsung melalui portal LMS. Seringkali kelas dimulai pukul 18:30 atau 19:00 WIB dan baru berakhir pada pukul 21:00 atau 21:30 WIB. Di dalam ruang virtual tersebut, tak jarang dosen membagi kami ke dalam kelompok diskusi kecil (breakout rooms) untuk berdiskusi intens dan melakukan presentasi secara spontan maupun terencana.
Tuntutan akademik terasa begitu nyata saat kami harus mengejar tenggat waktu pengumpulan tugas essay di LMS tepat sebelum jam deadline berakhir, sembari tetap menjaga performa pekerjaan kantor di siang hari. Belum lagi tantangan UAS THE (Take Home Exam) yang mengharuskan kami menyelesaikan analisis mendalam dalam waktu singkat. Ada masa-masa sulit di mana kami harus "berpisah" karena perbedaan kelas atau dosen pengajar di sistem LMS, membuat kami tidak bisa saling tegur sapa di satu ruang Zoom yang sama. Namun, meski terpisah layar, jarak, dan kelas, tekad kami untuk sampai ke garis finish tidak pernah luntur.
Rekan Seperjuangan & Fokus Riset
Menjemput Pagi yang Bahagia
Kini, setelah melewati sidang yang menguras energi, kami bisa sedikit bernapas lega. Pengalaman ini telah mengajarkan kami arti kesabaran dan pentingnya memiliki rekan yang suportif. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan, dan ilmu yang kami raih hanyalah langkah awal untuk bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Wisuda nanti hanyalah sebuah simbol perayaan. Makna sebenarnya ada pada setiap momen ketika kami saling menyemangati saat satu per satu mulai merasa jenuh dengan beban kuliah yang padat. Kami berharap, jalinan persaudaraan ini tetap terjaga meski masa perkuliahan telah usai. Tetap rendah hati, tetap membumi, dan jangan pernah lelah untuk terus belajar sepanjang hayat.