Sejarah
January 26, 2026
440 Views

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Ibunda, Nenek, dan Panutan kami tercinta."

Mengenang Sang Legenda (25 Juni 1935 — 25 Januari 2026)

Kisah Cinta, Air Mata, dan Dedikasi Seorang Ibu Tunggal yang Menolak Menyerah pada Zaman

Foto Profil Hj. Ida Mustika Zaini

"Bagaimana mungkin selembar kain bisa menyelamatkan harga diri sebuah bangsa? Jawabannya ada pada keteguhan hati seorang wanita."

Pada tanggal 25 Januari 2026, Lampung tidak hanya kehilangan seorang tokoh, tetapi seorang penjaga marwah. Hj. Ida Mustika Zaini adalah bukti nyata bahwa kelembutan seorang ibu dan ketegasan seorang politisi bisa berpadu dalam satu raga. Dari ruang kelas sederhana di Palembang hingga podium DPRD Provinsi Lampung, beliau mendedikasikan 91 tahun usianya untuk satu tujuan: Memastikan masa depan tidak melupakan akarnya.

Ditinggal wafat oleh suami tercinta, Hi. Mohammad Zaini, pada tahun 1982, Nyai tidak patah arang. Di tengah kesibukan membesarkan enam putra-putri sendirian, beliau justru melahirkan "anak ketujuh" yang kini kita kenal sebagai kebangkitan Tapis Lampung.

Jejak Emas Sang Pelopor
Penghargaan Tertinggi Upakarti Jasa Kepeloporan (1992)
Karir Politik DPRD Prov. Lampung (2 Periode)
Pendidikan Guru SKP & Pejabat Diknas
Diplomasi Duta Budaya Mancanegara

"Sebuah dedikasi yang diakui langsung oleh Presiden RI Soeharto pada tahun 1992."

Cinta yang Diwariskan

Kekuatan terbesar beliau bukanlah pada jabatan, melainkan pada kehangatan keluarga. Bersama Alm. Hi. Mohammad Zaini, beliau membangun fondasi keluarga yang kokoh:

Foto Keluarga Besar
Momen kebersamaan yang tak lekang oleh waktu
Putra Pertama
M. Lakoni Halim
Menantu: Sri Astuti Daria Ningsih
Putri Kedua
Hj. Dwita Ria
Menantu: Hi. Gunadi Ibrahim Subing, SE
Putri Ketiga
Tri Eka Sukawati
(Penerus Melati Art Gallery)
Menantu: Zulkarnain Husin
Putri Keempat
Ulfa Irastika, SH
Menantu: Drs. Labawan Mayhad, MH
Putra Kelima
M. Bahar Halim
Putra Keenam
M. Otto Drajad Halim
Menantu: Eli Gustiani, S.Sos

14 Permata Hati (Cucu)

M. Chandrika Kesuma • Melati Koni Chantika • Ahmad Giri Akbar • Gemala Dwitia Mustika • Ghasani Zahra Putri • Mahdy Eka Putra • M. Bobby Pratama • M. Balad Agatega • Bella Mustika • Canda Mustika Arum • Giva Cahya Ananda • Hana Ramadhani Mustika • Hani Rizki Nabilah • Mohammad Kenzie Halim

Melawan Kepunahan Tapis

Era 1970-an adalah masa kritis bagi identitas Lampung. Kain Tapis nyaris hilang ditelan zaman karena kelangkaan benang emas. Ketika banyak orang menyerah, Nyai justru memulai perjalanan nekat.

Aktivitas Pelestarian Tapis
Hibah Cagar Budaya Tapis Lampung.

Bersama Ibu Kartini Zainal Abidin Pagar Alam, beliau menyusuri pelosok desa, dari Blambangan Umpu hingga Negeri Sakti, bukan untuk berkampanye, melainkan untuk belajar. Beliau menemui para sesepuh, mencatat motif yang terlupakan, dan mendirikan Melati Art Gallery (1972) sebagai benteng pertahanan budaya terakhir.

"Saya merasa malu sebagai anggota dewan. Sebab, setiap ada kesempatan acara tertentu, kita malah memakai pakaian khas daerah lain. Padahal Lampung punya kain tapis yang tidak kalah indah." — Hj. Ida Mustika Zaini

Keteguhan inilah yang membawa Tapis Lampung terbang jauh, dipamerkan dari Beijing hingga Spanyol, dari Amsterdam hingga Australia.

Tonggak Sejarah
1968
Pergerakan Wanita Pionir pembentukan BKOW Provinsi Lampung.
1970
Sosial Menggagas rumah singgah "Wisma Pertiwi".
1973
Pembangunan Daerah Memperjuangkan Gedung Wanita & Lahan Kampus Unila.
1981
Kemanusiaan Mendirikan SLB-PKK untuk anak-anak istimewa pertama di Lampung.