Inisiatif Mulia Hj. Ida Mustika Zaini untuk Anak-Anak Istimewa
Hj. Ida Mustika Zaini, Sang Pionir Pendidikan "Khusus" di Lampung.
"Bagi orang lain, mereka mungkin hanya angka statistik. Namun bagi Nyai, setiap anak adalah amanah Tuhan yang tidak boleh dibiarkan tanpa masa depan."
Jauh sebelum Tapis Lampung mendunia lewat tangannya, Nyai (Hj. Ida Mustika Zaini) adalah seorang pendidik sejati. Sebagai pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung yang duduk di seksi Perencanaan sekaligus mewakili Kanwil Depdikbud, hatinya teriris melihat ketimpangan akses pendidikan di tahun 1980. Saat itu, Lampung menghadapi kenyataan pahit: ribuan anak dengan keterbatasan fisik maupun mental hidup tanpa sekolah karena tidak ada satu pun institusi yang menaungi mereka.
Terdapat 5.277 anak yang membutuhkan perhatian khusus di Provinsi Lampung:
"Data ini bukanlah sekadar barisan angka, melainkan jeritan yang harus dijawab."
Bersenjatakan amanat UUD 1945 Pasal 31, Nyai Ida merencanakan pendirian SLB-PKK. Beliau melapor langsung kepada Gubernur Lampung saat itu, Bapak Yasir Hadibroto, dan Ketua PKK, Ibu Hj. Yasir Hadibroto. Dukungan pun datang secara spontan. Gubernur memberikan izin penggunaan lahan seluas dua hektar milik Pemda di Bandar Lampung. Inilah "anak ketujuh" Nyai yang dilahirkannya dari rahim kepedulian sosial.
Pada 6 April 1981, susunan personalia pendiri SLB/PKK Provinsi Lampung resmi dibentuk untuk memulai operasional sekolah:
Nomor: 169/SK/PKK/TK.I/81 (27 Desember 1981)
Keputusan ini menetapkan pembentukan pengurus SPLB (Sekolah Pendidikan Luar Biasa) PKK sebagai unsur pelaksana harian yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum TP PKK.
Fungsi & Tugas Pengurus:
- Menggerakan pelaksanaan program kerja PKK secara umum, sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan.
- Memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program SPLB.
- Menunjang kelancaran Program Pemerintah di bidang pendidikan luar biasa.
- Menyusun dan menyampaikan laporan berkala hasil pelaksanaan kegiatan kepada Ketua Umum PKK.
| Nama | Jabatan Fungsionil | Jabatan Pengurus |
|---|---|---|
| Yasir Hadibroto | Gubernur Kdh Tk. I | Pembina |
| Ir. Bambang Irawan | Assisten II Sekwilda | Penanggung Jawab |
| Ny. Yasir Hadibroto | Ketua Umum TP.PKK | Pelindung |
| Drs. EP. Hutabarat | Kakanwil Dep. P & K | Penasehat |
| Oenasin Zainuddin | Kadit Bangdos | Penasehat |
| Ny. Bambang Irawan | Ketua I TP. PKK | Ketua I |
| Ny. Rindo-Rindo | Ketua II TP. PKK | Ketua II |
| Ny. Sri Wardhani, SH | Sekretaris II TP. PKK | Sekretaris |
| Ny. Arifin Jayanegara | Team Penggerak PKK | Bendahara |
| Ny. Ida Mustika Zaini | Team Penggerak PKK | Bidang Pendidikan |
| Ny. Nurjanah Muslin | Team Penggerak PKK | Bidang Perlengkapan |
| Ny. S. Hasyim | Team Penggerak PKK | Bidang Umum |
Membangun sekolah butuh napas panjang. Nyai memahami bahwa kemandirian finansial adalah kunci. Beliau merangkul berbagai elemen untuk mendukung operasional SPLB melalui sumber biaya yang terstruktur:
Perjalanan SLB-PKK tidak selalu mulus. Meskipun di awal berdiri Nyai Ida harus kehilangan suaminya, Muhammad Zaini, di tahun 1982 tepat saat sekolah baru mulai bernapas, beliau tidak pernah menyerah. Beliau berjibaku meyakinkan donatur hingga ke Istana Kepresidenan demi memastikan sekolah tetap berjalan.
Namun, seiring waktu, jumlah siswa semakin membanyak sementara kebutuhan operasional terus meningkat. Biaya sekolah per anak yang hanya Rp15.000 sebulan tidak lagi mencukupi untuk membayar gaji 24 guru secara layak. Demi masa depan murid-muridnya, Nyai Ida yang telah mengabdi selama 40 tahun mengambil keputusan besar.
Pada 24 Juni 2021, di usianya yang menginjak 86 tahun, Nyai resmi menyerahkan kepengurusan dan pengelolaan sekolah kepada Pemerintah Provinsi Lampung. SLB PKK Provinsi Lampung bertransformasi menjadi SLB Negeri PKK Provinsi Lampung di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Ibu Riana Sari Arinal. Gubernur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nyai Ida Mustika Zaini atas dedikasinya yang tak ternilai bagi dunia pendidikan luar biasa di Lampung. Kini, sekolah dengan 250 anak tersebut memiliki pondasi yang lebih kuat untuk terus bercahaya.